Sel. Jul 7th, 2020

GPIB "PETRA" JAKARTA

“Dan orang akan datang dari timur dan barat dan dari utara dan selatan dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah” ( Lukas 13 : 29 )

Natal Memanusiakan Manusia | Mazmur 89 : 2 – 5

4 min read

Μoolade, film fiksi humanis feminis Afrika, karya Ousmane Sembene menceritakan penindasan dan pengekangan kebebasan kaum perempuan di desa Burkina Faso, Afrika Barat. Colle (fataumata Coulibaly), istri kedua petani kaya sesepuh desa melindungi empat gadis kecil yang melarikan diri karena takut ancaman pisau tajam penyunatan. Ia memelopori melawan adat penyunatan terhadap setiap anak perempuan di desanya dan menganggapnya keliru. Ia menghadapi sebuah tradisi yang telah mengakar dan memasung kemajuan perempuan; dimusuhi lelaki poligami, tokoh agama dan tradisi masyarakat partriarkat yang mendudukan lelaki sangat terhormat diatas perempuan, sekalipun terancam, Colle tidak menyerah melindungi anak-anak gadis yang berlindung padanya. Ia pun mengajak kaumnya menolak tunduk pada tradisi penyunatan perempuan itu, bahkan menuntut para tokoh agama dan sesepuh desa untuk menghentikannya, karena hanya menyengsarakan kaum perempuan. Colle bukan saja memperlihatkan peran seorang perempuan menyatukan kaumnya melawan tradisi masyarakat yang mendukung dan merendahkan mereka, tetapi juga jatidiri seorang ibu yang mengasihi dan memberi rasa aman bagi anak-anak dalam ketakutan/kehilangan masa depan. Sebagai ibu, mengasihi orang-orang yang hadir dari rahimnya tak dapat disirnakan oleh rupa-rupa ancaman. Ia gigih melindungi keluargnya dengan menolak anak gadisnya diritualkan dalam tradisi itu. Oleh tekanan tradisi dan pemuka adat, suaminya dengan penuh kasih mencambuknya sambil menangis. Akhirnya, pengorbanan Colle tidak saja berhasil menghadirkan rasa aman bagi anak-anak dan kaumnya, tetapi juga membawa perobahan tatanan hidup masyarakat yang lebih terbuka dan menghargai perempuan.

Cinta kasih Allah menegakkan anak cucu Daud juga tergambar dalam peran Colle. Ini harus menjadi pendorong peran nyata ibu mengasihi keluarga dan semua orang disekitarnya. Kelahiran Yesus oleh Roh Kudus melalui Rahim dara Maria, selain memperlihatkan penghargaan Allah pada perempuan, juga Allah memungsikan gereja selaku ibu memanusiakan manusia. Ini bentuk kasih sejati yang harus diterapkan dalam hidup sehari-hari sebagi kesaksian semua orang percaya. Selamat merayakan Hari Ibu bagi para Ibu dan selamat menyambut Hari Natal tiga hari lagi didepan. Tuhan Yesus memberkati.

Saduran  Sabda  Bina  Umat 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

<script data-ad-client=”ca-pub-0418830254734380″ async src=”https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js”></script>